Dalam rangka ujian praktik Pagelaran Peserta Didik Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026, setiap kelas diwajibkan menampilkan sosok tokoh Katolik yang inspiratif. Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga wadah pembelajaran karakter melalui penghayatan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh para tokoh tersebut.
Kelas XII C1 yang terdiri dari 39 siswa sepakat untuk mengangkat kisah hidup Herman Joseph Fernandez. Sosok ini dikenal luas karena ketulusan hati, keberanian, serta pengorbanannya demi sahabat. Nilai solidaritas dan kasih yang ia tunjukkan menjadi alasan utama kelas XII C1 memilihnya sebagai tokoh utama dalam pagelaran tahun ini.
Proses persiapan dimulai sejak awal memasuki kelas XII pada bulan Agustus 2025 dan mencapai puncaknya pada Februari 2026. Selama kurang lebih tujuh bulan, seluruh siswa terlibat aktif dalam setiap tahap persiapan dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab.
Tahapan Persiapan
1. Pemilihan Tokoh
Melalui diskusi kelas yang mendalam dan proses voting, siswa menentukan tokoh yang akan diperankan. Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, Herman Joseph Fernandez dipilih karena nilai pengorbanan dan persahabatannya dinilai sangat relevan dengan kehidupan pelajar masa kini.
2. Penyusunan Naskah dan Uji Coba Dialog
Tim penulis mulai merancang alur cerita berdasarkan referensi yang telah dikumpulkan. Setiap adegan disusun secara sistematis agar pesan moral dapat tersampaikan dengan jelas. Proses uji coba dialog (test script) dilakukan untuk memastikan naskah mudah dipahami dan nyaman diperankan oleh para aktor.
3. Seleksi Pemeran dan Pembagian Tugas
Seluruh siswa mengikuti proses casting untuk menentukan peran yang paling sesuai dengan karakter masing-masing. Selain pemeran utama dan pendukung, dibentuk pula tim produksi yang bertanggung jawab atas tata panggung, properti, kostum, musik, dokumentasi, dan publikasi.
4. Latihan Bertahap dan Intensif
Latihan dilakukan secara konsisten, dimulai dari reading naskah, pendalaman karakter, pengaturan blocking panggung, hingga gladi bersih. Latihan dilaksanakan di rumah siswa maupun di studio sekolah dengan jadwal yang disesuaikan agar tidak mengganggu kegiatan akademik lainnya.
Tantangan dalam Proses Persiapan
1. Penyesuaian Durasi Pementasan
Naskah awal memiliki durasi yang melebihi batas waktu yang ditentukan. Oleh karena itu, tim harus melakukan penyuntingan dengan cermat tanpa menghilangkan inti cerita. Adegan-adegan penting dipilih secara selektif, dan dialog diringkas agar tetap padat namun bermakna.
2. Evaluasi dan Revisi dari Guru Pembimbing
Selama masa latihan, guru pembimbing memberikan berbagai masukan terkait ekspresi, intonasi, alur cerita, hingga tata panggung. Setiap revisi diterima dengan sikap terbuka. Tim segera melakukan evaluasi dan menyesuaikan perubahan agar hasil akhir semakin maksimal.
3. Waktu Persiapan yang Beririsan dengan Kegiatan Akademik
Menjelang bulan Februari, jadwal ujian dan tugas sekolah semakin padat. Kondisi ini menuntut manajemen waktu yang lebih disiplin. Latihan tambahan diadakan di luar jam pelajaran, termasuk pada akhir pekan. Pembagian tugas yang jelas membantu setiap anggota tetap fokus pada tanggung jawabnya masing-masing.
Puncak Pagelaran
Setelah melalui proses panjang yang penuh dinamika, pementasan akhirnya dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Penampilan kelas XII C1 mendapat apresiasi dari para guru dan orang tua yang hadir. Pesan tentang kasih, pengorbanan, dan arti sejati persahabatan berhasil disampaikan dengan menyentuh hati para penonton.
Melalui pagelaran ini, kelas XII C1 tidak hanya berhasil menyelesaikan ujian praktik, tetapi juga memperoleh pelajaran berharga tentang kerja sama tim, kedisiplinan, kreativitas, serta keteladanan dari sosok Herman Joseph Fernandez. Pengalaman ini menjadi kenangan yang akan selalu membekas dalam perjalanan mereka sebagai siswa kelas XII.
“Greater love has no one than this: to lay down one’s life for one’s friends.”
John 15:13 (NIV)
Dokumentasi foto-foto kegiatan:



