Cita Rasa Hong Kong: Perpaduan Rasa Klasik nan Modern
Claypot Rice (煲仔饭 Báozǎi fàn)
Claypot rice adalah masakan khas daerah Guangdong, Cina Selatan yang dipopulerkan di Hong Kong pada abad ke-19. Hidangan ini tak pernah luput dari cita rasa nasi yang asin manis dan lapisan bawahnya renyah dan sedikit gosong, ditemani dengan potongan ayam, jamur, sayuran, dan tak lupa, lap cheong(sosis Cina) yang menjadi ciri khas masakan-masakan autentik Cina dan sekitarnya. Pembuatan claypot rice ini juga tidak kalah unik dengan rasanya. Nasi dan lauk pauknya dikukus langsung secara bersamaan di dalam pot tanah liat (claypot) di atas api.
Pada awalnya, Claypot rice tercipta oleh para pedagang kaki lima dan pekerja yang ingin menghemat bahan bakar dengan memasak nasi dan lauk di wadah yang sama. Karena dimasak dalam pot yang langsung berkenaan dengan api, nasi di bagian bawah pun menjadi sedikit gosong. Alih-alih membuangnya, mereka tetap memakannya karena kondisi ekonomi yang kurang baik dan budaya untuk tidak membuang makanan. Ternyata, rasa nasi yang berkerak di bawah pot itu malah disukai orang-orang. Dari situlah muncul ciri khas Claypot rice berupa kerak nasi yang renyah dan sedikit gosong.
Hingga sekarang, Claypot rice masih menjadi semacam comfort food bagi masyarakat Hong Kong. Hidangan ini juga melambangkan kesabaran, kesederhanaan, dan kehangatan, serta mengajarkan kita bahwa hasil yang baik lahir dari keharmonisan elemen-elemen hidup dan juga kesabaran. Karena itulah Claypot rice ini menjadi santapan keluarga di sore hari, melambangkan pula nilai kebersamaan dalam budaya Hong Kong.
Tomato Egg Stir-Fry (番茄炒蛋 Fānqié Chǎodàn)
Tomato Egg Stir-Fry adalah hidangan sederhana dari Hong Kong yang dibuat dari telur ayam dan tomat yang ditumis hingga menjadi hidangan yang manis, asam, dan juga gurih. Hidangan ini baru muncul pada sekitar abad ke-19 hingga 20 saat tomat mulai banyak digunakan dalam masakan Cina dan sekitarnya.
Tomato egg stir-fry ini bukan diciptakan oleh koki terkenal atau dari restoran mewah, tetapi oleh ibu-ibu rumah tangga yang ingin membuat masakan yang sederhana tapi bergizi dan lezat. Hal ini juga dipicu oleh tempo kerja dan gaya hidup masyarakat Hong Kong yang serba cepat sehingga memerlukan masakan yang cepat namun bergizi.
Hingga sekarang, tomato egg stir-fry ini masih menjadi salah satu comfort foodi masyarakat Hong Kong yang sekaligus melambangkan kesederhanaa, dan keharmonisan. Ia juga mencerminkan prinsip Yin-Yang, dimana tomat yang dingin (Yin) dipadukan dengan telur yang hangat (Yang) dipadukan menjadi hidangan yang serasi, bahkan menyehatkan tubuh.
Mango Sago (杨枝甘露 Yáng Zhī Gān Lù)
Mango Sago adalah hidangan penutup berupa potongan mangga, buah pomelo, mutiara sagu, dengan kuah santan dan susu. Hidangan ini ditemukan pada abad ke-20 oleh koki-koki restoran Kanton terkenal di Hong Kong, Lei Garden. Hidangan ini adalah modifikasi dari mango sago Thailand yang dipadukan dengan buah lokal yang segar, yaitu pomelo, menjadikan Yang Zhi Gan Lu hidangan yang sangat diminati sejak pertama kali dikenalkan oleh restoran Lei Garden.
Nama asli hidangan ini, 楊枝甘露, berarti “Embun Manis Ranting Willow”, di mana “ranting Willow” digunakan untuk menggambarkan serat-serat buah pomelo yang halus seperti ranting Willow, dan “embun manis” terinspirasi dari legenda Dewi Guan Yin yang membawa vas “embun manis” untuk memercikkan berkah dan kesembuhan.
Sekarang, Yang Zhi Gan Lu sering disajikan di acara-acara penting, baik formal maupun pesta pernikahan dan sejenisnya. Selain itu, kehadiran Yang Zhi Gan Lu kini menjadi penanda datangnya musim panas di Hong Kong, menjadikannya pilihan dessert yang menyegarkan dan membantu melepas penat bagi masyarakat Hong Kong yang gaya hidupnya serba cepat.
