Pagelaran drama merupakan salah satu momen paling berharga bagi kami, siswa kelas 12 C1. Drama yang kami angkat berjudul Herman Fernandez – No Greater Love, yang mengisahkan perjuangan seorang pemuda bernama Herman Fernandez dalam melawan penjajahan bersama sahabatnya, Alex. Kisah ini tidak hanya tentang perjuangan fisik, tetapi juga tentang pengorbanan, persahabatan, dan cinta tanah air.
Kegiatan Selama Proses Persaiapan
1. Menentukan Tokoh dan Menyusun Naskah
Langkah pertama yang kami lakukan adalah menentukan pembagian peran untuk setiap tokoh dalam drama Herman Fernandez – No Greater Love yang mengangkat kisah perjuangan Herman Fernandez bersama sahabatnya Alex. Proses ini dilakukan melalui diskusi bersama agar setiap siswa mendapatkan peran yang sesuai dengan karakter dan kemampuannya. Setelah pembagian peran selesai, kami mulai menyusun dan mempelajari naskah. Dalam tahap ini, kami menyesuaikan alur cerita agar tetap runtut, jelas, dan mampu menggambarkan suasana masa penjajahan dengan baik. Kami juga melakukan beberapa penyesuaian agar dialog terdengar lebih alami saat dipentaskan.
2. Pembuatan Properti dan Dekorasi
Setelah naskah dan tokoh ditentukan, kami mulai mempersiapkan properti serta dekorasi panggung. Kami bekerja sama membuat latar yang menggambarkan suasana pada masa penjajahan, mulai dari rumah sederhana, atribut penjajah Jepang dan Belanda, hingga perlengkapan yang digunakan oleh para romusha. Proses ini membutuhkan kreativitas, kerja sama, dan waktu yang tidak sedikit. Banyak dari kami rela pulang lebih sore untuk menyelesaikan dekorasi agar hasilnya maksimal dan mampu mendukung suasana drama saat dipentaskan.

3. Proses Latihan dan Pendalaman Karakter
Tahap berikutnya adalah latihan secara rutin untuk mendalami karakter masing-masing. Pemeran Herman berlatih menampilkan sikap berani dan penuh pengorbanan, sementara pemeran Alex berusaha menunjukkan kesetiaan sebagai sahabat seperjuangan. Peran ayah dan ibu Herman juga dilatih agar dapat menggambarkan kasih sayang sekaligus kekhawatiran terhadap kondisi anaknya. Sementara itu, siswa yang memerankan penjajah dan romusha berusaha memahami situasi sejarah saat itu agar dapat tampil lebih meyakinkan. Selain latihan adegan, kelompok choir juga berlatih menyanyikan lagu-lagu yang akan mengiringi drama sehingga suasana menjadi lebih hidup dan menyentuh hati penonton.

Kendala Yang Dihadapi
1. Revisi Naskah oleh Guru
Beberapa bagian naskah harus direvisi karena ada dialog yang kurang sesuai atau kurang pas dengan alur cerita. Hal ini membuat kami harus menyesuaikan kembali adegan dan hafalan.
2. Waktu yang Terbatas
Kami harus membagi waktu antara latihan drama dengan kegiatan lain seperti ulangan, tugas sekolah, dan persiapan kuliah. Jadwal yang padat sering kali membuat kami kelelahan.
3. Revisi Saat Gladi
Saat gladi bersih, guru pembimbing masih memberikan beberapa masukan. Kami harus cepat beradaptasi dan memperbaiki kekurangan dalam waktu yang singkat.
4. Deadline Poster dan Trailer
Pembuatan poster dan trailer membutuhkan usaha besar. Proses pengambilan gambar, editing, dan desain memakan waktu yang cukup lama, sementara deadline semakin dekat.

5. Penyesuaian Jadwal dan Tempat
Karena setiap siswa memiliki kesibukan masing-masing, kami harus pintar-pintar menyesuaikan jadwal latihan dan penggunaan tempat.
Cara Kami Mengatasi Tantangan
Walaupun banyak hambatan yang kami hadapi selama proses persiapan, kami memilih untuk tidak menyerah. Kami menyadari bahwa pagelaran drama ini adalah momen terakhir kami di SMA yang tidak akan pernah terulang kembali di masa depan. Karena itu, kami sepakat untuk bersama-sama mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi kepentingan kelas. Di tengah kesibukan ulangan, tugas, dan persiapan kuliah, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk latihan. Kami saling membantu dalam menghafal dialog, berbagi tugas dalam pembuatan properti dan dekorasi, serta saling menyemangati ketika merasa lelah atau tertekan oleh deadline. Setiap revisi dari guru kami jadikan sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik, bukan sebagai hambatan. Semua usaha tersebut kami lakukan dengan kesadaran bahwa kebersamaan dan kerja keras ini akan menjadi kenangan indah yang tak tergantikan. Kami ingin memberikan yang terbaik agar tidak ada rasa penyesalan di kemudian hari dan agar pagelaran drama ini benar-benar menjadi penutup yang maksimal bagi perjalanan kami di SMA.

By : Edsel Evan Santoso XII-C1 10
