
Menjelang akhir dari masa sekolah, kami menjalani ujian praktik mapel pilihan umum pada 12-13 Februari 2026. Kegiatan ini memberikan ruang pada siswa untuk meringkas seluruh kemampuan setiap anggota kelas dan merangkum segala ide, serta kreativitas dalam suatu tampilan drama. Kelas kami, kelas C1 menampilkan sebuah drama dengan tokoh Hermand Fernandez. Tokoh yang dikenal karena keberanian, persahabatan sejati, ketulusan hati, dan pengorbanan. Terlihat dari cerita Herman Fernandez dengan sahabatnya, Alex. Herman memilih untuk menggantikan posisi bahaya dan menganggung risiko serius bahkan nyawanya sendiri.
Kesulitan yang paling kami rasakan adalah ketika sudah tinggal beberapa waktu untuk penampilan, ada scene-scene yang kurang pas dan kurang memberi cerita pendekatan yang menggambarkan bagaimana persahabatan Herman dengan Alex, serta pada bagian penyesuaian waktu durasi penampilan tanpa mengurangi makna dari pesan cerita yang akan disampaikan. Sehingga para director, scriptwriter, dan bagian lainnya harus berusaha keras untuk mengeluarkan segala tenaga dan ide-ide demi memberikan yang terbaik bagi tampilan kelas kami. Ada beberapa scene yang akhirnya dipotong, diperbaiki, ditambah, dan akhirnya lebih difokuskan pada detail-detail yang lebih bermakna.
Ketika hari pementasan tiba, hal yang paling saya takutkan adalah bagian akhir, bagian choir. Pada percobaan penampilan di hari gladi bersih, choir kelas kami sempat hancur dan tidak membawa pada suasana seharusnya. Malah seperti rancu dan banyak yang tidak sesuai dengan tempo aslinya. Setelah mengetahui hal itu, sie musik mencoba memperbaiki, melatih, dan menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing dari kami. Pada akhirnya, choir bisa menampilkan suatu lagu sesuai yang diharapkan.

ย — Makna sebenarnya terdapat pada setiap langkah perjalanan, bukan sekedar hasil akhir —
