15 – Pagelaran Drama “Herman Fernandez – No Greater Love”

Pagelaran karya kelas 12 merupakan salah satu ujian praktik umum yang paling dinantikan sekaligus paling menantang. Ini bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan puncak dari kerja keras, kolaborasi, dan kreativitas kami selama berminggu-minggu. Untuk tahun ini, kelas kami memilih untuk mengangkat kisah inspiratif dari tokoh Katolik, Herman Fernandez, seorang figur yang perjalanan hidupnya penuh makna dan keteladanan.

Dalam produksi besar ini, saya dipercaya untuk memegang dua peran. Pertama dan yang utama, saya bertugas sebagai narator. Suara saya adalah jembatan yang menghubungkan penonton dengan emosi dan alur cerita di atas panggung. Kedua, saya juga diperbolehkan membantu tim musik sebagai koordinator, memastikan harmoni dan irama paduan suara (choir) dapat mendukung setiap babak dalam pagelaran.

Tentu saja, perjalanan menuju hari-H tidak selalu mulus. Salah satu kesulitan terbesar yang saya alami datang di saat yang paling kritis. Mendekati hari pertunjukan, saya tiba-tiba menderita sakit tenggorokan. Sebagai narator, kondisi ini jelas menjadi mimpi buruk. Suara serak dan rasa tidak nyaman di tenggorokan bisa menghancurkan seluruh penampilan. Untuk menangani hal ini, saya tidak tinggal diam. Selama seminggu penuh menjelang acara, saya disiplin meminum obat yang dianjurkan dan secara ketat mengurangi konsumsi gorengan serta makanan berminyak lainnya yang dapat memperparah iritasi tenggorokan. Upaya ini saya lakukan demi memastikan suara saya dapat kembali prima saat dibutuhkan.

Di sisi lain, sebagai koordinator musik, saya juga menghadapi tantangan yang tidak kalah berat. Saat gladi bersih, penampilan choir terasa kacau dan tidak kompak. Hal ini disebabkan oleh kurangnya intensitas latihan sebelumnya. Melihat kondisi tersebut, saya dan tim musik segera berdiskusi untuk mencari solusi. Meskipun mepet dengan waktu, kami berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kekompakan dan memastikan iringan musik dapat berjalan selaras dengan para aktor di panggung.

Semua kesulitan yang kami hadapi, mulai dari sakit tenggorokan hingga gladi bersih yang hampir kacau, akhirnya menjadi pelajaran berharga. Kerja keras, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan lah yang mengantarkan kami hingga dapat menampilkan pagelaran tentang Herman Fernandez dengan sebaik-baiknya. Pengalaman ini membuktikan bahwa di balik setiap pertunjukan yang indah, selalu ada cerita perjuangan dan kehangatan tim yang solid.

 

Categories:

Tags:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *