12 – Pagelaran Drama “Herman Fernandez – No Greater Love”

A Journey to the Stage

 

Pagelaran drama ujian praktik kelas XII menjadi salah satu proses yang paling berkesan bagi kami, siswa kelas XII C1. Drama yang kami bawakan berjudul Herman Fernandez – No Greater Love, yang mengangkat kisah perjuangan, persahabatan, serta pengorbanan seorang pemuda bernama Herman bersama sahabatnya. Melalui drama ini, kami tidak hanya belajar tentang sejarah dan nilai kehidupan, tetapi juga tentang arti kerja sama dan tanggung jawab sebagai satu kelas.

Persiapan drama ini dimulai jauh sebelum hari pementasan. Setelah melalui diskusi kelas, kami sepakat memilih kisah Herman Fernandez karena nilai kasih, keberanian, dan kesetiakawanannya sangat relevan dengan kehidupan kami sebagai pelajar. Dari keputusan itu, proses panjang pun dimulai—mulai dari penyusunan naskah, pembagian peran, hingga latihan rutin.

Tahap awal yang kami lakukan adalah mempelajari naskah dan memahami peran masing-masing. Setiap siswa berusaha mendalami karakter yang dimainkan agar dapat tampil lebih meyakinkan di atas panggung. Pemeran utama berlatih menampilkan sikap berani dan penuh pengorbanan, sementara pemeran pendukung menyesuaikan ekspresi dan dialog agar alur cerita berjalan dengan baik. Proses ini tidak selalu mudah karena beberapa dialog harus diubah dan disesuaikan berdasarkan masukan dari guru pembimbing.

Selain latihan akting, kami juga bekerja sama dalam menyiapkan berbagai keperluan pendukung pementasan. Pembuatan properti, dekorasi panggung, kostum, hingga musik pengiring dilakukan secara bersama-sama. Banyak waktu yang kami habiskan sepulang sekolah untuk menyelesaikan semua persiapan tersebut. Meski melelahkan, proses ini justru mempererat kebersamaan karena setiap siswa memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing.

Selama proses persiapan, tentu ada banyak kendala yang kami hadapi. Jadwal latihan sering berbenturan dengan ulangan, tugas sekolah, dan persiapan kelulusan. Selain itu, revisi naskah dan evaluasi saat gladi bersih menuntut kami untuk cepat beradaptasi dalam waktu yang terbatas. Namun, kami berusaha menghadapi semua tantangan tersebut dengan sikap saling mendukung dan tidak mudah menyerah.

Kami menyadari bahwa pagelaran drama ini merupakan salah satu momen terakhir kami sebagai siswa SMA. Oleh karena itu, kami sepakat untuk memberikan usaha terbaik. Kami belajar mengatur waktu, bekerja sama, dan saling menguatkan di tengah tekanan yang ada. Setiap proses—baik suka maupun duka—menjadi bagian penting dari perjalanan ini.

Pada akhirnya, drama Herman Fernandez – No Greater Love berhasil kami pentaskan dengan lancar. Lebih dari sekadar ujian praktik, pagelaran ini memberi kami pengalaman berharga tentang arti kebersamaan, pengorbanan, dan tanggung jawab. Kenangan selama proses pembuatan drama ini akan selalu kami ingat sebagai salah satu bagian paling berarti dalam perjalanan kami di kelas XII.

By: Eleonora Agwita Danastri Aji Kinasih XII-C1/12

Categories:

Tags:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *