11 – Pagelaran Drama “Herman Fernandez – No Greater Love”

Tokoh yang kita memilih untuk proyek kolaboratif ujian praktek adalah Herman Fernandez. Beliau merupakan sosok yang sangat rela berkorban dan berani melawan tentara Belanda dan tentara Jepang demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dalam pertempuran Sidobunder, Fernandez menunjukkan sikap dan jiwa mati raganya yang luar biasa, membopong teman baiknya Alex Rumambi ke area yang aman, meskipun beliau sendiri juga ditembak dan terluka. Tokoh Fernandez mengajarkan penonton bahwa untuk mempertahankan integritas dan prinsip hidup tentu penuh tantangan dan kesulitan, tetapi dari kesulitan dan tantangan tersebut justru karakter dibentuk dan nilai-nilai kehidupan muncul. Saya merasa bahwa perjalanan kita ke Maka Herman Fernandez sangat cocok untuk menjadi tokoh untuk ujian praktek pagelaran ini. 

Awalnya, saya memiliki 6 peran karakter latar belakang (termasuk salah satu aktivis yang berbicara dengan Herman Fernandez waktu pembuatan manifesto untuk PERPIS), tetapi setelah dirancang dan proses latihan kami, saya memiliki 4, yaitu salah satu rakyat Ende, salah satu budak romusha, salah satu tentara Belanda dan “malaikat” yang akan bernyanyi lagu di akhir pentas kami. Saya juga anggota Sie Musik dan penyanyi sopran utama dalam choir kita, dan membantu mengajarkan nota-nota sopran ke anggota lain. Selain itu saya membantu memilih lagu untuk background pentas. Saya juga bagian dari Sie Kostum, membantu memilih dan membuat kostum dan props kami bersama dengan Sie Dekor dan Sie Perlengkapan. 

Foto dan video yang terlampir menunjukkan proses kami, mulai dari latihan run through dari awal sampai akhir, pembuatan props dan kostum kami, hingga gladi bersih dan akhirnya pagelaran kami.

Setelah semua kritik yang kami dapatkan dari guru, banyak dari kelas kami yang merasa bahwa pentas kita tidak bagus dan mulai kehilangan motivasi. Saya juga merasa bahwa awalnya, sebelum kami merancang alur kami, proses latihan dan sebagainya merasa tidak ada tujuan yang benar-benar jelas. Maka saya juga membantu sutradara untuk memikirkan ide baru untuk alur kami. Akhirnya setelah proses merancang alur kami, sepertinya usaha kami membuahkan hasil yang cukup bagus. Tidak hanya masalah dengan alur, props dan kostum kami juga mengalami masalah dengan penyewaan baju. 

Walaupun ada banyak masalah-masalah yang muncul karena proyek ini, saya masih sangat berterima kasih dapat meluangkan waktu dengan teman-teman untuk bekerja sama dan melakukan pagelaran ini dengan sepenuh usaha. Saya juga merasa bahwa setelah ini semua selesai, kelas kami akan lebih dekat lagi, lebih berusaha untuk melakukan yang terbaik. Saya sendiri juga merasa bahwa saya lebih tenang menghadapi konflik atau situasi yang tegang. 

 

Akhirnya, kami berhasil menunjukkan pagelaran yang merupakan buah hasil dari semua usaha-usaha kami selama 6 bulan ini, yang menggambarkan perjuangan Champ1ones XII-C1; suatu pengalaman yang memberi kami kebersamaan yang tak bisa digantikan atau terlupakan seumur hidup.

Categories:

Tags:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *